Translate

Jumat, Mei 20, 2016

Rabu, Desember 11, 2013

DAPATKAH MANUSIA MENIKAH DENGAN JIN ??

Menikah adalah satu-satunya cara terbaik untuk mendapatkan keturunan. Karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkannya untuk segenap hamba-hamba-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَأَنْكِحُوا اْلأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.”(An-Nuur: 32) Kaum jin memiliki keturunan dan anak keturunannya beranak-pinak, sebagaimana manusia berketurunan dan anak keturunannya beranak-pinak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ “Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuh kalian?” (Al-Kahfi: 50) Kalangan kaum jin itu ada yang berjenis laki-laki dan ada juga perempuan, sehingga untuk mendapatkan keturunan merekapun saling menikah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلاَ جَانٌّ “Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (Ar-Rahman: 56) Artha’ah Ibnul Mundzir rahimahullahu berkata: “Dhamrah ibnu Habib pernah ditanya: ‘Apakah jin akan masuk surga?’ Beliau menjawab: ‘Ya, dan mereka pun menikah. Untuk jin yang laki-laki akan mendapatkan jin yang perempuan, dan untuk manusia yang jenis laki-laki akan mendapatkan yang jenis perempuan’.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, 4/288) Termasuk kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap Bani Adam, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan untuk mereka suami-suami atau istri-istri dari jenis mereka sendiri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum: 21) Perkara ini, yakni pernikahan antara manusia dengan manusia adalah hal yang wajar, lumrah dan sesuai tabiat, karena adanya rasa cinta dan kasih sayang di tengah-tengah mereka. Persoalannya, mungkinkah terjadi pernikahan antara manusia dengan jin, atau sebaliknya jin dengan manusia? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Pernikahan antara manusia dengan jin memang ada dan dapat menghasilkan anak. Peristiwa ini sering terjadi dan populer. Para ulama pun telah menyebutkannya. Namun kebanyakan para ulama tidak menyukai pernikahan dengan jin.” (Idhahu Ad-Dilalah hal. 16) 1 Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Para ulama telah berselisih pendapat tentang perkara ini sebagaimana dalam kitab Hayatul Hayawan karya Ad-Dimyari. Namun menurutku, hal itu diperbolehkan, yakni laki-laki yang muslim menikahi jin wanita yang muslimah. Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepada-nya…” (Ar-Rum: 21), maka –maknanya– ini adalah anugrah yang terbesar di mana manusia yang jenis laki-laki menikah dengan manusia yang jenis perempuan, dan jin laki-laki dengan jin perempuan. Tetapi jika seorang laki-laki dari kalangan manusia menikah dengan seorang perempuan dari kalangan jin, maka kita tidak memiliki alasan dari syariat yang dapat mencegahnya. Demikian juga sebaliknya. Hanya saja Al-Imam Malik rahimahullahu tidak menyukai bila seorang wanita terlihat dalam keadaan hamil, lalu dia ditanya: “Siapa suamimu?” Dia menjawab: “Suamiku dari jenis jin.” Saya (Asy-Syaikh Muqbil) katakan: “Memungkinkan sekali fenomena yang seperti ini membuka peluang terjadinya perzinaan dan kenistaan.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Jumat, Desember 06, 2013

MENDAKWAHI KAUM JIN

Pendidikan Dakwah memiliki kedudukan yang sangat agung. Dakwah merupakan bagian dari kewajiban yang paling penting yang diemban kaum muslimin secara umum dan para ulama secara lebih khusus. Dakwah merupakan jalan para rasul, di mana mereka merupakan teladan dalam persoalan yang besar ini. Karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan para ulama untuk menerangkan kebenaran dengan dalilnya dan menyeru manusia kepadanya. Sehingga keterangan itu dapat mengeluarkan mereka dari gelapnya kebodohan, dan mendorong mereka untuk melaksanakan urusan dunia dan agama sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dakwah yang diemban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dakwah yang universal, tidak terbatas kepada kaum tertentu tetapi untuk seluruh manusia. Bahkan kaum jin pun menjadi bagian dari sasaran dakwahnya. Al-Qur`an telah mengabarkan kepada kita bahwa sekelompok kaum jin mendengarkan Al-Qur`an, sebagaimana tertera dalam surat Al-Ahqaf ayat 29-32. Kemudian Allah menyuruh Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memberitahukan yang demikian itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: قُلْ أُوْحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا “Katakanlah (hai Muhammad): ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan Al-Qur`an, lalu mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur`an yang menakjubkan’,” dan seterusnya. (Lihat Al-Qur`an surat Al-Jin: 1) Tujuan dari itu semua adalah agar manusia mengetahui ihwal kaum jin, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus kepada segenap manusia dan jin. Di dalamnya terdapat petunjuk bagi manusia dan jin serta apa yang wajib bagi mereka yakni beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rasul-Nya, dan hari akhir. Juga taat kepada Rasul-Nya dan larangan dari melakukan kesyirikan dengan jin. Jika jin itu sebagai makhluk hidup, berakal dan dibebani perintah dan larangan, maka mereka akan mendapatkan pahala dan siksa. Bahkan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diutus kepada mereka, maka wajib atas seorang muslim untuk memberlakukan di tengah-tengah mereka seperti apa yang berlaku di tengah-tengah manusia berupa amar ma’ruf nahi mungkar dan berdakwah seperti yang telah disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Juga seperti yang telah diserukan dan dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas mereka. Bila mereka menyakiti, maka hadapilah serangannya seperti saat membendung serangan manusia. (Idhahu Ad-Dilalah fi ‘Umumi Ar-Risalah, hal. 13 dan 16) Mendakwahi kaum jin tidaklah mengharuskan seseorang untuk terjun menyelami seluk-beluk alam dan kehidupan mereka, serta bergaul langsung dengannya. Karena semua ini tidaklah diperintahkan. Sebab, lewat majelis-majelis ta’lim dan kegiatan dakwah lainnya yang dilakukan di tengah-tengah manusia berarti juga telah mendakwahi mereka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu berkata: “Bisa jadi ada sebagian orang mengira bahwa para jin itu tidak menghadiri majelis-majelis ilmu. Ini adalah sangkaan yang keliru. Padahal tidak ada yang dapat mencegah mereka untuk menghadirinya, kecuali di antaranya ada yang mengganggu dan ada setan-setan. Maka kita katakan: وَقُلْ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ. وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ “Ya Rabbku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (Al-Mu`minun: 97-98) [lihat Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin]

KEAGAMAAN KAUM JIN

Jin tak jauh berbeda dengan Bani Adam. Di antara mereka ada yang shalih dan ada pula yang rusak lagi jahat. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala menghikayatkan mereka: وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shalih dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (Al-Jin: 11) Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُوْنَ وَمِنَّا الْقَاسِطُوْنَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا “Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.” (Al-Jin: 14) Di antara mereka ada yang kafir, jahat dan perusak, ada yang bodoh, ada yang sunni, ada golongan Syi’ah, serta ada juga golongan sufi. Diriwayatkan dari Al-A’masy, beliau berkata: “Jin pernah datang menemuiku, lalu kutanya: ‘Makanan apa yang kalian sukai?’ Dia menjawab: ‘Nasi.’ Maka kubawakan nasi untuknya, dan aku melihat sesuap nasi diangkat sedang aku tidak melihat siapa-siapa. Kemudian aku bertanya: ‘Adakah di tengah-tengah kalian para pengikut hawa nafsu seperti yang ada di tengah-tengah kami?’ Dia menjawab: ‘Ya.’ ‘Bagaimana keadaan golongan Rafidhah yang ada di tengah kalian?” tanyaku. Dia menjawab: ‘Merekalah yang paling jelek di antara kami’.” Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Aku perlihatkan sanad riwayat ini pada guru kami, Al-Hafizh Abul Hajjaj Al-Mizzi, dan beliau mengatakan: ‘Sanad riwayat ini shahih sampai Al-A’masy’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 4/451)

Jumat, November 22, 2013

Let's sing " Any Dream Will Do " by------Connie Talbot

I closed my eyes, drew back the curtain To see for certain what I thought I knew Far far away someone was weeping But the world was sleeping, any dream will do I wore my coat with golden lining Bright colors shinning wonderful and new And in the east the dawn was breaking And the world was waking, any dream will do A crash of drums a flash of light My golden coat flew out of sight The colors faded into darkness I was left alone May I return to the beginning The light is dimming and the dream is too The world and I we are still waiting Still hesitating, any dream will do Any dream will do A crash of drums a flash of light My golden coat flew out of sight The colors faded into darkness I was left alone May I return to the beginning The light is dimming and the dream is too The world and I we are still waiting Still hesitating, any dream will do Any dream, any dream will, any dream Any dream will do Any dream, any dream will, any dream Any dream will do karaoke for this song :

Rabu, November 13, 2013

The QUEEN of SOUTHERN COAST from JIN KINGDOM

This mother is a jinn islam women who became queen in nature genie on the south coast .... January 7, 2013 by qwerty ● ○ ○ ● In Jin Sea , Nyi Roro Kidul , Queen of the South Beach Queen of the south coast is the sea genie Moslem, as well as Islamic religious man, but the man disbelievers and misguided slander, they are misleading view of the southern coast of the queen. Until now I am still convinced that this is a jinn islam mother who became queen in her natural jin on the south coast of Java. When I think about this genie true queen mother, as fellow Muslims and the different nature equally creatures of Allah, surely he would not be worshiped by human beings who have been misguided in hasut by disbelievers who always tilt the info about the queen of the south coast jin woman Here you are. Rights if the reader doubts this .... my opinion, regardless of whether or not the class of jinn islam mom is still queen of the south coast should not be worshiped, even if he jin Islam, then he will not like it when there are people who adore him, and all forms of misdirection challenged mother queen of the south coast is very clearly visible from the kingdom era to era's less work now, like legends - myths that he says was once a royal princess man, in the related links may be enlightened! drawing-illustration-nyi-roro-Kidul This image is believed to be the illustration in figure Nyi Roro Kidul, Nyi Roro Kidul in contrast to the figure of the Queen Mother Kidul commonly called Queen of the South Coast, in my opinion is the queen of the south coast and the jinn islam women wear Muslim clothing like proper clothing that covers the genitals ... .!!!! Dead man in any way, her spirit is not roaming and not a ghost, so no spirits roaming, if there is a man possessed, then syetannya admitted he used human death from suicide or claimed ancestral spirits of the dead, it is a big lie that is believed by stupid people .... why did I say that ....? Because the nature spirits and the jinn different nature, this needs to be known by human beings misinterpretation, satan is not the kind of ghost that comes from the soul of a deceased person, like most horror films tells so, because it is not true and not No soul of a ghost that haunts dies, it is a form of public ignorance of the human person in amini en masse by their own, and it is a great way for satan to mem- grave slander against a dead man! Kafir jinn devil's spawn commonly called the devil, but not all of it into devil jin, jin who has been faithful to God Almighty, had not belonged to the devil as the devil's spawn disbelievers are always tempting and misleading grandchildren human Prophet Adam until the Day of Judgement ! Allah created the angels from light, angels are creatures of Allah the most obedient and angels do not have lust! Allah created the jinn from fire, jinn have lust! Allah created Prophet Adam as the first man of the land, people have passions and man is the vicegerent on earth! Angels, jinn and humans have a spirit that makes life and death, the difference between angels and jinn body was smooth while the human body .... rude! Human nature and the nature genie was like glass in the limit, man can not see the difference between 'fine' (except with the permission of Allah SWT), whereas the jinn can see the advantages given 'rough' ...., Muslim men and Muslim jinn are equally faithful To Allah Almighty, while humans and jinn kafir infidel unbelievers to God Almighty, if there are people other than Muslims ask Allah SWT and double To Allah SWT, is a very human class losers in the Hereafter! "THERE'S NO GOD BESIDES GOD AND THE PROPHET MUHAMMAD IS REPRESENTING GOD"

Selasa, November 12, 2013

Iblis berkata pada Rasulullah.....

Inilah rahasia yang diajarkan oleh Rasulullah untuk mengalahkan kekuatan syetan. Syetan akan mudah menggoda tatkala kita lupa dan lalai mengingat Alloh. Dalam keadaan apapun, pada saat makan, tidur, berpakaian, maupun aktifitas lainnya. Rasulullah bersabda, apabila salah satu dari kalian memasuki rumahnya dan menyebut nama Alloh ketika masuk dan saat makan, maka syetan akan berkata kepada sobat-sobatnya “kita tidak punya tempat tidur dan tidak bisa makan malam ini”. Sedangkan apabila ia masuk dan tidak menyebut nama Alloh ketika masuk, maka syetan berkata, “malam ini kita punya tempat tidur”. Dan apabila tidak menyebut nama Alloh ketika makan, syetan berkata, “kita bisa makan malam ini”. Dalam sbuah riwayat lain, Iblis pernah diperintah Alloh untuk menghadap Rasulullah dan membuka sejumlah rahasia penting untuk menggoda umat manusia. Inilah beberapa rahasia Iblis. Iblis berkata pada Rasulullah: “Jika seorang muslim pergi buang air besar serta tidak membaca do’a pelindung syetan maka aku gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”. Iblis pun kembali berkata: “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan istrinya, lalu membaca do’a perlindungan syetan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dulu dengan istrinya, dan bercampurlah benihku dengan benihnya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat dan malas kepada kebaikan. Ini semua karena kealfaan ibu bapaknya sendiri.” Inilah godaan syetan yang tak akan pernah berhenti hingga umat manusia terjerumus dalam kesesatan. Hanya orang yang beriman dan berdzikir kepada Alloh yang bisa tahan terhadap godaan syetan.